Buscar

Páginas

Laporan Anfistum - Jaringan pada Akar Dikotil dan Monokotil

LAPORAN PRAKTIKUM





JARINGAN PADA AKAR DAN BATANG DIKOTIL DAN MONOKOTIL







OLEH:





EKA JULIANTI

(F05110033)







































FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2012







JARINGAN PADA AKAR DAN BATANG DIKOTIL DAN MONOKOTIL





ABSTRAK



Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari sistem jaringan pada batang dan akar dikotil dan monokotil, mempelajari tipe berkas pengangkut pada batang dan akar dikotil dan monokotil, dan mempelajari tipe stele pada batang dan akar dikotil dan monokotil. Metode praktikum dilakukan dengan melakukan pengamatan preparat awetan dan preparat segar batang dan akar dikotil dan monokotil menggunakan mikroskop. Hasil praktikum menunjukkan bahwa tumbuhan dikotil, jaringan – jaringan yang dimilikinya berasal dari sistem apikal. Jaringan – jaringan ini seperti protoderma, jaringan dasar (grown), jaringan meristem serta prokambium. Jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan ikatan pembuluh yaitu xylem, floem dan cambium. Pada tumbuhan monokotil jaringan permanen yang terbentuk didapat dari dari jaringan meristem apikal dan meristem interkalar. Tipe berkas pengangkut pada batang dikotil tersusun pada suatu berkas berbentuk bulat dan tertutup. Tipe berkas pengangkut pada batang monokotil terdapat sebaran yang tidak beraturan yang saling berhubungan didalam sitoplasma dan dinamakan tipe kolateral terbuka. Pada batang dikotil terdapat berbagai macam tipe stele, yaitu eustele, sifonostele ektofloik, dan sifonostele amfifloik.



Kata kunci : jaringan, akar, batang, dikotil, monokotil



















A. Pendahuluan

Dengan sekitar 275.000 spesies yang telah diketahui, sejauh ini angiosperma merupakan kelompok tumbuhan yang paling beraneka ragam dan paling luas. Para ahli membagi angiosperma menjadi dua kelas : monokotil, dinamai demikian karena kotiledonnya (keping atau daun biji) hanya ada satu dan dikotil, yang memiliki dua kotiledon (campbell,2003).

Selain itu monokotil dan dikotil memiliki beberapa perbedaan struktur yang lain antaranya : pada monokotil susunan tulang daun umumnya melengkung atau menjari, berkas vaskuler umumnya tersusun secara kompleks, sistem akar serabut dan bagian-bagian bunga umumnya dalam kelipatan tiga. Sedangkan dikotil susunan tulang daun umumnya seperti jari, berkas vaskuler umumnya tersusun dalam bentuk lingkaran, sistem akar tunggang dan bagian-bagian bunga umumnya dalam kelipatan empat atau lima (Isharmanto.2011).

Meristem adalah jaringan yang sel-selnya mampu membelah diri dengan cara mitosis secara terus menerus (bersifat embrional) untuk menambah jumlah sel-sel tubuh pada tumbuhan. Meristem terdapat pada bagian-bagian tertentu saja pada tumbuhan. Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan atas: 1. meristem apikal (meristem ujung) terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang serta ujung akar, 2. meristem interkalar/aksilar (meristem antara), terdapat di antara jaringan dewasa, misalnya pada pangkal ruas batang, 3. meristem lateral (meristem samping), terletak sejajar dengan permukaan organ, misalnya kambium dan kambium gabus (Aldi.2010).

Berdasarkan asal terbentuknya, jaringan meristem digolongkan menjadi dua, yaitu meristem primer dan meristem skunder. Meristem primer pemanjangan meristem apikal, berada pada ujung akar dan pada pucuk tunas, menghasilkan sel-sel bagi tumbuhan untuk tumbuh memanjang. Meristem sekunder, yaitu aktivitas penebalan secara progresif pada akar dan tunas yang terbentuk sebelumnya oleh pertumbuhan primer. Pertumbuhan sekunder adalah produk meristem lateral, silinder-silinder yang terbentuk dari sel-sel yang membelah ke samping di sepanjang akar dan tunas pada tumbuhan berkayu (Campbell.2003).

Dari jaringan meristem sekunder akan menghasilkan pertumbuhan sekunder yang menyebabkan batang menjadi bertambah besat misalnya aktivitas kambium pada batang tumbuhan clikotil akan menghasilkan pembuluh kayu (xilem) ke bagian dalam dan pembuluh tapis (floem) ke bagian luar. Selain itu, terdapat kambium gabus (felogen) yang juga merupakan bagian dari pertumbuhan sekunder yang disebut periderm. Kambium gabus terdiri atas tiga bagian yaitu: 1. felem, yaitu jaringan gabus itu sendiri yang tersusun atas sel - sel mati, 2. felogen, yaitu bagian kambium gabus yang mengarah ke luar membentuk felem, 3. feloderm, yaitu bagian vang dibentuk felogen kearah dalam dan merupakan jaringan yang sifatnva serupa parenkim dan terdiri atas sel-sel hidup (Angga.2009).

Jaringan dewasa merupakan kelompok sel tumbuhan yang berasal dari pembelahan sel - sel meristem dan telah mengalami pengubahan bentuk yang disesuaikan dengan fungsinya (Diferensiasi). Jaringan dewasa ada yang sudah tidak bersifat meristematik lagi (sel penyusunnya sudah tidak membelah lagi) sehingga disebut jaringan permanen. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa pada tumbuhan dibedakan menjadi empat macam jaringan yaitu: jaringan epiderm, jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (Steven.2008).

Epidermis adalah sistem sel-sel yang bervariasi struktur dan fungsinya, yang menutupi tubuh tumbuhan primer. Struktur epidermis ini dapat dihubungkan dengan peranan jaringan tersebut sehingga lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Adanya bahan lemak, kutin, dalam dinding terluar dan pada permukaannya (kutikula) membatasi penguapan. Karena susunan sel-selnya yang kompak dan adanya kutikula yang keras, maka epidermis berfungsi pula sebagai penyokong mekanis. Dinding sel epidermis yang tipis pada akar-akar rambut menunjukkan bahwa epidermis yang tipis dan akar muda berfungsi khusus untuk absorbsi. Epidermis pada bagian tumbuhan tertentu ada yang tetap berfungsi selama hidupnya tumbuhan atau ada yang kemudian diganti oleh jaringan proteksi lain, yaitu periderm (Suradinata.1998).

Jaringan penyokong atau jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel kolenkim dan sklerenkim. Kedua bentuk jaringan ini merupakan jaringan sederhana, karena sel-sel penyusunnya hanya terdiri atas satu tipe sel. Kolenkim terdiri atas sel-sel berdinding tebal sebagai jaringan penyokong, sangat berhubungan erat dengan parenkim. Kolenkim seperti halnya parenkim masih mempunyai protoplas, mampu mengadakan aktivitas meristematis. Dinding selnya merupakan dinding primer, tidak berlignin. Kolenkim berbeda dengan jaringan penyokong lainnya yaitu dengan sklerenkim dalam hal struktur dinding dan kondisi protoplas. Kolenkim mempunyai dinding yang lunak, plastis, dinding primer yang tidak berlignin, mempunyai protoplas yang aktif, mampu menghilangkan penebalan dinding jika sel diinduksi untuk aktivitas meristematis, seperti pembentukan kambium gabus atau kalau ada rangsangan luka. Sklerenkim mempunyai dinding yang keras, kaku, dinding sekunder yang biasanya berlignin. Dinding sekunder terdapat pada sel-sel untuk mengalirkan air dari xilem, dan sering terdapat pula pada sel-sel parenkim xilem. Selain itu sel-sel parenkim dalam daerah jaringan lainnya dapat pula bersifat sklereid (sclereid) yang berfungsi untuk mengalirkan air batasannya tidak begitu jelas (Suradinata.1998). Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu. Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid. Pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah), berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya. Sedangkan pada trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung selnya. Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan (Aldi.2010).

Pada jaringan-jaringan memliki perbedaan antara tumbuhan dikotil dan monokotil. Oleh karena itu diadakan praktikum ini, dengan adanya masalah yaitu apa tipe berkas pengangkut yang terdapat pada batang dan akar Arachis hypogaea, Zea mays. Serta bagaimana struktur jaringan yang menyusun akar dan batang dikotil dan monokotil.

B. Tujuan

Penulisan laporan ini bertujuan untuk mempelajari sistem jaringan pada batang dan akar dikotil dan monokotil, mempelajari tipe berkas pengangkut pada batang dan akar dikotil dan monokotil, dan mempelajari tipe stele pada batang dan akar dikotil dan monokotil.

C. Material dan metode

Praktikum ini dilakukan hari sabtu, 24 maret 2012 di Laboratorium pendidikan Biologi FKIP untan pada pukul 07.30 sampai pukul 09.30 WIB.

Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu preparat awetan batang dan akar dikotil Arachis hypogaea, preparat awetan batang dan akar monokotil Zea mays, sediaan segar monokotil yaitu Zea mays dan dikotil yaitu Arthocarpus integra diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali.

Metode yang digunakan pada praktikum ini yaitu pertama susunan jaringan yang terdapat pada preparat awetan batang dan akar dikotil Arachis hypogaea, preparat awetan batang dan akar monokotil Zea mays, sediaan segar pada monokotil yaitu Zea mays dan awetan segar yang dikotil yaitu Arthocarpus integra diamati dibawah mikroskop yang mula-mula diperiksa dengan perbesaran lemah. Kemudian pada preparat awetan batang dan akar tersebut dibesarkan satu sektor dan irisan tersebut dengan perbesaran kuat. Kemudian susunan jaringan yang terdapat pada preparat awetan batang dan akar dikotiltersebut digambar dan diberi keterangan. Setelah itu disebutkan tipe berkas pengangkut dan tipe stele masing-masing tanaman dari preparat awetan batang dan akar dikotil Arachis hypogaea, preparat awetan batang dan akar monokotil Zea mays, sediaan segar yang monokotil Zea mays sediaan segar yang dikotil yaitu Arthocarpus integra .











D. Hasil pengamatan

Preparat awetan akar monokotil

Objek : Zea mays

Perbesaran : 4 X 10 Preparat awetan akar dikotil

Objek : Arachic hypogaea

Perbesaran : 4 X 10



Keterangan :

1. epidermis

2. korteks

3. berkas pengangkut

4. empulur



Tipe kolateral : tertutup

Keterangan :

1. epidermis

2. empulur

3. floem

4. xylem

5. korteks

Tipe kolateral :

Preparat awetan batang monokotil

Objek : Zea mays

Perbesaran : 10 X10 Preparat awetan batang dikotil

Objek : Arachis hypogaea

Perbesaran : 40 X 10



Keterangan :

1. epidermis

2. korteks

3. endodermis

4. berkas pengangkut

5. stele









Tipe kolateral : tertutup

Keterangan :

1. epidemis

2. korteks

3.endodermis

4. persikel

5. stele

6. floem

7. xylem

8. empulur



Tipe kolateral : terbuka

Awetan segar monokotil

Objek : Zea mays

Perbesaran : 4 X 10 Awetan segar dikotil

Objek : Arthocarpus integra

Perbesaran : 4 X 10



Keterangan :

1. epidermis

2. korteks

3. berkas pengangkut

4. empulur

Tipe kolateral : tertutup

Keterangan :

1. epidermis

2. korteks

3. berkas pengangkut

4. empulur

Tipe kolateral : terbuka









E. Pembahasan

Sistem jaringan dikotil dan monokotil pada setiap tumbuhan itu berbeda. Jaringan yang dimiliki oleh tumbuhan dikotil berasal dari sistem apikal. Jaringannya yaitu sepreti protoderma, jaringan dasar, jaringan meristem dan prokambium. Jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan ikatan pembuluh yaitu xylem, floem dan kambium. Jaringan permanen yang terbentuk pada tumbuhan monokotil didapat dari jaringan meristem apikal dan meristem interkalar. Tumbuhan monokotil pada umumnya tidak memiliki kambium sehingga batangnya relatif lebih kecil dari tumbuhan dikotil.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa pada tumbuhan dibedakan menjadi empat macam jaringan yaitu: jaringan epidermis, jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (Steven.2008). Tumbuhan dikotil terdiri dari jaringan epidermis, jaringan korteks, jaringan endodermis, dan ikatan pembuluh yang terdiri dari xylem, floem dan kambium.

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel.

Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan, yaitu seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi utama jaringan epidermis yaitu sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. Bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Ciri khas sel epidermis adalah sel-selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin.

Endodermis batang terdiri dari selapis sel yang merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Xylem tersusun atas trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal dan berfungsi sebagai penyokong.

Floem terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu sel tapis berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang dan buluh tapis. Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Pada praktikum ini ada 4 jenis preparat awetan untuk mengetahui struktur anatomi batang dan akar monokotil dan dikotil, yaitu preparat batang monokotil Zea mays c.s, preparat batang Arachis hypogaea c.s, preparat akar Zea mays c.s dan preparat akar Arachis hypogaea c.s.

Pada akar Zea mays terlihat bagian luarnya tebal yang merupakan epidermisnya.. Jaringan pembuluh pengakut tepat di bagian tengah sel dalam sitoplasma. Preparat ini tidak memiliki kambium yang memisahkan antara bagian xylem dan floemnya. Pada batang Arachis hypogaea terdiri dari beberapa bagian sel, yaitu epidermis pada bagian terluar kemudian di belakangnya terdapat jaringan dasar atau korteks. Didekat bagian berkas pembuluh terdapat endodermis yang dapat menyokong bagian pembuluh pengangkut. Ikatan pembuluhnya juga terlihat jelas, dimana antara kambium, xylem dan floem telah terpisah dan dapat diamati dengan jelas. Pada akar Arachis hypogaea memiliki bagian yang seperti batang monokotil yaitu terdapat penyebaran yang tidak merata dalam penyebaran sistem pengangkutan. Pada batang Zea mays memiliki sebaran berkas pembuluh yang tidak jelas dan tidak memiliki kambium.

Tipe berkas pengangkut pada batang dikotil dan monokotil memiliki perbedaan, yaitu pada batang dikotil tersusun pada suatu berkas berbentuk bulat dan tertutup. Berhubungan satu sama lainnya dengan ikatan kambium, dengan demikian sering disebut kolateral tertutup. Sedangkan pada batang monokotil terdapat sebaran yang tidak beraturan yang saling berhubungan didalam sitoplasma dan dinamakan tipe kolateral terbuka.

Pada batang dikotil mmemiliki tipe stele, yaitu eustele, sifonostele ektofloik, dan sifonostele amfifloik. Stele merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xylem dan floem. Letak saling bersisian, xylem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xylem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Pada tumbuhan Dikotil, kayunya keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan jadi pertumbuhannya menebal. Pada sediaan segar yang diambil yaitu batang dari Arthocrapus integra dan batang dari Zea mays. Pada pengamatan tentang anatomi mudah diamati karena preparat yang digunakan masih segar.



























F. Kesimpulan

Pada praktikum ini dapat disimpulkan pada tumbuhan dikotil jaringan yang dimiliki berasal dari meristem apikal. Jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan ikatan pembuluh yaitu xylem, floem dan kambium. Pada tumbuhan monokotil jaringan permanen yang terbentuk didapat dari dari jaringan meristem apikal dan meristem interkalar. Tipe berkas pengangkut pada batang dikotil tersusun pada suatu berkas berbentuk bulat dan tertutup. Tipe berkas pengangkut pada batang monokotil terdapat sebaran yang tidak beraturan yang saling berhubungan didalam sitoplasma dan dinamakan tipe kolateral terbuka. Pada batang dikotil terdapat berbagai macam tipe stele, yaitu eustele, sifonostele ektofloik, dan sifonostele amfifloik.



























DAFTAR PUSTAKA

Aldi.2010.Sel dan Jaringan pada Tumbuhan. http//www.tentangbiologi.co.cc/2010/05/sel-dan-jaringan-pada-tumbuhan (diakses, Sabtu 31 Maret 2012).

Angga.2009.Perbedaan Dikotil dan Monokotil http://anggachip.blogspot.com/2009/03/perbedaan-dikotil-dan- monokotil.html (diakses, Sabtu 31 Maret 2012).

Campbell,Neil A.2003.Biologi.Jakarta:Erlangga.

Isharmanto.2011.Angiospermae.http://www.ruangilmu.com/index.php?action=arti kel&cat=40&id=188&artlang=id (diakses, Sabtu 31 Maret 2012).

Steven.2008.Jaringan pada Tumbuhan. http://stevenfilan.blog.friendster.com/2008/10/jaringan-pada-tumbuhan/ (diakses, Sabtu 31 Maret 2012).

Suradinata.1998.Struktur Tumbuhan.Bandung:Angkasa .
























sistem ekskresi


Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari
Ekskresi merupakan salah satu proses pengeluaran zat dari tubuh. Selain ekskresi ada juga proses sekresi dan defekasi. Apa perbedaan antara ketiganya? Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa metabolisme. Zat tersebut diserap dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan bersama urine, keringat dan pernapasan. Defekasi adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat yang tidak mengalami pencernaan. Zat tersebut berupa feses yang dikeluarkan melalui anus. Sekresi merupakan proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan oleh tubuh. Zat yang dihasilkan berupa enzim dan hormon. Berikut akan kita bahas satu per satu alat-alat ekskresi pada manusia, sehingga kalian dapat mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.
Peta Konsep


A. Pendahuluan
Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alatalat ekskresi yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Zat-zat sisa yang dikeluarkan dari alat-alat tersebut berasal dari proses metabolisme. Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan karbondioksida, dan hati mengeluarkan zat warna empedu.
B. Ginjal
Ginjal manusia bentuknya seperti biji kacang merah. Terletak di dalam rongga perut bagian belakang, di sebelah kanan kiri tulang pinggang, sehingga sering disebut buah pinggang. Ginjal sebelah kanan sedikit lebih rendah karena terdesak oleh hati. Setiap ginjal panjangnya 6 – 7½ sentimeter dan tebal 1½ - 2½ sentimeter. Pada orang dewasa beratnya kira-kira 140 gram. Perhatikan Gambar 1.1 yang memperlihatkan letak ginjal di rongga perut!

Apabila sebuah ginjal dipotong secara melintang maka akan tampak tiga lapisan. Bagian luar disebut korteks atau kulit ginjal, di bawahnya ada medula atau sumsum ginjal dan di bagian dalam berupa rongga yang disebut pelvis renalis atau rongga ginjal (lihat Gambar 1.2).
Pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat glomerulus dan simpai Bowman. Glomerulus dan simpai Bowman membentuk kesatuan yang disebut Badan Malpighi. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai. Badan malpighi merupakan awal dari nefron. Nefron adalah satuan struktural dan fungsional ginjal (lihat Gambar 1.3). Tiap ginjal tersusun oleh kira-kira 1 juta nefron. Dari badan Malpighi terbentuk saluran yang menuju bagian medula (sumsum ginjal). Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan Fungsi ginjal adalah menyaring darah sehingga dihasilkan urine, melalui tiga tahapan. Tiga tahap pembentukan urine tersebut adalah:
1. Filtrasi (Penyaringan)
Proses ini terjadi di glomerulus. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Cairan tersebut tersusun oleh urea, glukosa, air, ion-ion anorganik seperti natrium kalium, kalsium, dan klor. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori–pori glomerulus.Cairan yang tertampung di simpai Bowman disebut urine primer. Selama 24 jam darah yang tersaring dapat mencapai 170 liter.
2. Reabsorbsi (Penyerapan Kembali)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Proses yang terjadi adalah penyerapan kembali zatzat yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Zat yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino dan ion-ion anorganik. Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urine sekunder.
3. Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra. Proses pengeluaran urine disebabkan oleh adanya tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih selain disebabkan oleh pengaruh saraf juga adanya kontraksi otot perut dan organorgan yang menekan kandung kemih. malphigi dan saluran yang ada di bagian korteks. Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter. Jumlah urine yang dikeluarkan dalam sehari ratarata 1-2 liter, tetapi dapat berubah tergantung dari jumlah cairan yang masuk. Urine yang normal berwarna bening orange pucat tanpa endapan, baunya tajam (pesing), sedikit asam terhadap lakmus (pH 6).

C. Kulit
Kulit merupakan jaringan yang terdapat pada bagian luar tubuh. Kulit memiliki banyak fungsi karena Kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan jaringan ikat bawah kulit.

1. Epidermis (Kulit Ari)
Epidermis tersusun oleh sejumlah lapisan sel yang pada dasarnya terdiri atas dua lapisan yaitu:
a. Lapisan tanduk
Merupakan lapisan epidermis paling luar. Pada lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan serabut saraf, karena merupakan sel-sel mati dan selalu mengelupas. Lapisan ini jelas sekali terlihat pada telapak tangan dan telapak kaki.
b. Lapisan malpighi
Lapisan ini terdapat di bawah lapisan tanduk. Sel-selnya terdapat pigmen yang menentukan warna kulit.

2. Dermis (Kulit Jangat)
Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis, di dalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan yaitu:
a. Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara pada pori-pori kulit.
b. Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut tidak kering. Kelenjar ini letaknya dekat akar rambut.
c. Pembuluh darah, yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel atau jaringan termasuk akar rambut.
d. Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan peraba.
3. Jaringan Ikat Bawah Kulit
Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa). Fungsinya antara lain untuk penahan suhu tubuh dan cadangan makanan. di dalamnya terdapat berbagai jaringan.
Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:
1. indra peraba dan perasa,
2. pelindung tubuh terhadap luka dan kuman,
3. tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari,
4. penyimpan kelebihan lemak,
5. pengatur suhu tubuh.
Dari berbagai fungsi tersebut yang berkaitan dengan sistem ekskresi adalah kemampuan kulit sebagai pengatur suhu tubuh. Suhu tubuh diatur oleh pusat pengatur panas di sumsum lanjutan agar konstan 36o – 37,5o C. Bila suhu badan meningkat, maka kapiler darah melebar, kulit menjadi panas dan kelebihan panas dipancarkan ke kelenjar keringat. Sehingga terjadi penguapan cairan dalam bentuk keringat pada permukaan tubuh. Sebaliknya bila tubuh merasa kedinginan, pembuluh darah mengkerut, kulit menjadi pucat dan dingin, keringat dibatasi pengeluarannya.
Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat berisi larutan garam, urea dan air. Banyaknya keringat yang dikeluarkan tergantung dari beberapa faktor antara lain aktivitas tubuh, suhu lingkungan, makanan, kesehatan dan emosi.

D. Paru-paru
Pembahasan tentang organ paruparu sudah banyak dibahas pada pokok bahasan sistem pernapasan. Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Zat sisa yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbondioksida dan uap air. Untuk mengetahui bahwa zat yang dikeluarkan dari paru-paru adalah karbondioksida dan uap air

E. Hati
Organ hati sudah kita singgung pada pokok bahasan sistem pencernaan. Kalian tentu masih ingat beberapa fungsi hati bukan? Dari beberapa fungsi hati, yang terkait dengan fungsi ekskresi adalah:
1. Menghasilkan Getah Empedu
Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke usus 12 jari. Getah empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.

2. Menghasilkan Urea
Urea adalah salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.
F. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi
1. Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya (sebagai alat penyaring darah). Ada dua macam gagal ginjal yaitu gagal ginjal yang bersifat sementara dan gagal ginjal tetap.
Penderita gagal ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah secara berkala. Dengan menggunakan alat yang disebut dialisator darah dari penderita dikeluarkan dari arteri (tabung atas), melewati perangkap gelembung, dan masuk ke dalam ginjal tiruan. Darah yang sudah dimurnikan keluar dari ginjal buatan (bawah), dan dikembalikan ke urat dalam lengan (tabung bawah).
Penderita gagal ginjal tetap dapat ditolong dengan mencangkok ginjal (Gambar 1.8). Ginjal sakit yang dimiliki penderita biasanya diambil. Arteri dan uratnya diikat (agar putus hubungan), kecuali cabang yang berhubungan dengan kelenjar adrenal. Kemudian ginjal yang sakit tersebut diganti ginjal yang sehat dari donor yang sesuai.
2. Batu Ginjal
Batu ginjal terbentuk karena adanya endapan garam kalsium yang makin lama makin mengeras di rongga ginjal, kemudian terbawa arus urine, juga terdapat di ureter dan kantong kemih. Batu ginjal dapat dihilangkan dengan beberapa cara antara lain dengan pengobatan, yaitu mengkonsumsi obat yang dapat menghancurkan batu ginjal. Namun bila dengan pengobatan sulit hancur dapat dilakukan dengan pembedahan untuk mengambil batu ginjal tersebut.
3. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormon ADH (Anti Diuretic Hormone), yaitu hormon yang mempengaruhi proses reabsorbsi cairan pada ginjal. Bila kekurangan hormon ADH, jumlah urine dapat meningkat sampai 30 kali lipat.
4. Nefritis
Nefritis adalah peradangan pada nefron terutama glomerulus. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus. dan membesar. Endapan ini pada mulanya terdapat

Rangkuman
1. Proses pengeluaran zat dari tubuh meliputi:
a. Ekskresi: proses pengeluaran metabolisme.
b. Sekresi: proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan oleh tubuh.
c. Defekasi: proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat yang mengalami pencernaaan.

2. Alat-alat ekskresi pada manusia:
a. Ginjal, mengekskresikan urine.
b. Kulit, mengekskresikan keringat.
c. Paru-paru, mengekskresikan CO2.
d. Hati, mengekskresikan zat warna empedu.

3. Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi, antara lain:
a. Gagal ginjal: kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya (sebagai alat penyaring darah).
b. Batu ginjal: adanya endapan garam kalsium yang makin lama makin mengeras.
c. Diabetes insipidus: suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. d. Nefritis: peradangan pada nefron terutama glomerulus.

Kejujuran

 Kepercayaan itu memang penting. Itu lah salah satu penguat suatu hubungan untuk tetap langgeng. Tapi aku hanya ingin sebuah kejujuran dalam hubungan ini. Ku hanya ingin kejujuranmu. Kalau emang sudah bosan dengan hubungan ini, lebih baik katakan saja, jangan disembunyikan. Kalau memang ada tertarik lagi dengan orang lain, lebih baik jujur, agar tidak merugikan satu sama lain. Perasaan itu memang tidak bisa dipaksa. Kita tidak bisa memaksakan seseorang itu cinta sama kita. Aku ingin jangan menyembunyikan sesuatu, beranikanlah untuk jujur kepada pasangan mu. Semoga semua nya baik-baik saja. Berjalan sesuai harapan. Amiin !!!

aku pasti bisa...

   Binguuuuuuuuuuuung bisa atau tidak untuk selesai sampai tujuan. Ya ALLAH ,semoga saya bisa menyelesaikan semuanya. Saya melakukan ini untuk membahagiakan orangtua saya ,dan orang-orang disekitar saya. Semoga tidak ada hambatan apapun untuk saya melampaui semuanya.

Aku Pasti Bisa !!!

semangat...

Semangat ku adalah mereka, mereka lah yang selalu memberiku motivasi untuk tetap bangkit dan semangat. Aku selalu larut dalam masalah, tidak bisa menyelesaikan masalah, selalu lari dari masalah, dan selalu takut setiap mendapatkan masalah. Itu lah aku yang sebenarnya. Aku bingung kenapa selalu masalah dan masalah yang selalu datang untuk setiap harinya. Aku sadar kalau masalah itu tidak boleh dihindari,melainkan harus dihadapi. Selalu semangat, sabar, dan tetap tenang dalam menghadapi semuanya. Terimakasih buat ALLAH SWT, KELUARGA KU, PACAR aku, dan TEMAN-TEMAN ku semua. Karena kalian aku mendapatkan sesuatu yang berharga dalam menghadapi masalah dalam hidup ku. THANKS ALL. LOVE U... :)
cinta itu ibarat rumah...
,nggak perlu luas..
nggak perlu mewah...
yang penting kejujuran,kesetiiaan,keiklasan,dan kasih sayang..
:)